Info Berita



+  -
Bandungnewsphoto.com | Sabtu, 04 Mei 2013 | 09:36 WIB | 416
Salah seorang warga mengencangkan pipa yang terdapat di sarana instalasi pengolah air (water treatment), usai acara peresmian sarana instalasi pengolah air (water treatment) oleh Bakal Calon Walikota Bandung 2013-2018 Ridwan Kamil, bagi warga di Gang Cakradiredja RT 03/RW 04, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (3/5/2013). BNP/Denny Kusdinar Pratama

Atasi Masalah Air Bersih, Ridwan Kamil Sumbang Instalasi Pengolahan Air

BANDUNG - Ketiadaan air bersih adalah salah satu permasalahan yang kerap dihadapi warga kota besar seperti Bandung.  Ancaman krisis air semakin nyata setiap tahun, terutama ketika warga semakin bertambah banyak, sedangkan ketersediaan air di dalam tanah semakin berkurang.

Kondisi ini antara lain disebabkan penurunan luasan resapan air hujan dan penyedotan air tanah secara berlebihan.  Sumber utama air di Kota Bandung sendiri berasal dari hujan. Setiap tahun curah hujan di Kota Kembang ini mencapai 2.000 mm, sedangkan lama hari hujan dalam setahun mencapai 160 hari, dan rata-rata curah hujan per hari sebesar 12,5 mm. Kondisi ini relatif tetap setiap tahunnya.

Dari tahun ke tahun, selalu terjadi penurunan jumlah ketersediaan air. Penyusutan jumlah luasan daerah resapan ini akibat tergusur oleh pemukiman sehingga ketersediaan air menurun. Penurunan ini berarti pula penurunan tingkat kenyamanan hidup bagi warga Bandung.

Sebagai upaya untuk menyiasati kondisi tersebut, Calon Walikota Ridwan Kamil berupaya membantu warga dalam hal penyediaan air bersih, dalam bentuk penyediaan sarana instalasi pengolah air (water treatment), untuk kawasan pemukiman padat di kota Bandung yang memerlukan sarana air bersih.

Warga di Jalan Pasundan, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol RT 3 RW 4 Kota Bandung, berkesempatan mendapatkan fasilitas pengolahan air bersih ini. Fasilitas pengolahan air ini mampu menjadikan sumur yang kotor dan air sungai Cikapundung yang sebelumnya tidak layak untuk dikonsumsi kini bisa diminum.

Filter air tersebut merupakan teknologi hasil karya lulusan Dr. Rusnandi dari Teknik Sipil ITB. Sebelumnya teknologi filter air ini juga sudah dibangun di kawasan Sukajadi dan Sukagalih.

Menurut Calon Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, kawasan Balonggede dipilih karena air di kawasan ini kondisi air sudah tercemar dan cenderung keruh, sehingga dibutuhkan teknologi yang dapat mengubah kondisi air menjadi lebih baik.

Teknologi yang digunakan fasilitas pengolahan air ini cukup sederhana. Air kotor ditarik ke dalam toren dengan menggunakan pompa, kemudian disaring dengan filter air yang terdiri dari tiga tabung. Tabung pertama berisi mineral batu yakni pasir silica ataua pasir putih. Tabung kedua berisi batu hijau atau ziolit. Sedangkan tabung ketiga berisi karbon aktif atau arang batok.

Menurut Ridwan Kamil, Ph air dari hasil pengolahan ini ini bisa mencapai angka 7,4 hingga skala 9. Air ini nantinya dapat dikonumsi untuk diminum, dan sudah memenuhi standar departemen kesehatan

Ridwan Kamil memberikan secara simbolis teknologi seharga hanya Rp 8 juta ini kepada warga yang dipasang di wc umum. "Air ini sudah menjadi bersih memakai filter karya anak bangsa. Kita ajak orang pintar untuk membangun kotanya sendiri. Alhamdulillah sekarang air dipakai cuci, kakus, dan mandi. Volume toren ini bisa untuk 80 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa," ungkap Ridwan.

Biaya instalasi filter air ini cukup murah. Menurut Agus Rais dari tim instalator, "biaya pemasangannya mencapai 8 - 10 juta rupiah," ungkapnya

 Penyediaan saranan pengolah air ini, merupakan rangkain kegiatan "Jumat Solusi". Sebuah program unggulan Kang Ridwan Kamil yang ditujukan untuk menyediakan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kota Bandung, dengan cara-cara kreatif dan inovatif, dan dilaksanakan setiap hari Jumat. BNP/Ridwan Kamil Media Center